One of The Best College Academy of Our Country

335 Peserta Lomba Kaligrafi Unair Pecahkan Rekor MURI

Senin, 20 Juni 2011

Suarasurabaya.net. Sebanyak 355 orang mengikuti lomba kaligrafi yang digelar Himpunan Mahasiswa (Hima) Jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga. Lomba ini pun rencananya akan diusulkan untuk memperoleh Museum Rekor Indonesia (MURI).Lomba kaligrafi itu digelar di Masjid Al-Akbar Surabaya, Minggu (12/6/2011). Mereka berlomba menulis ayat-ayat suci Al Quran, terbagi dalam 2 kelompok yaitu kategori SMP/SMA dan mahasiswa atau umum.

Rendy Harwin Putra Ketua Hima Jurusan Ekonomi Islam FEB Unair mengatakan jumlah peserta lomba ini sudah melebihi jumlah peserta lomba kaligrafi yang pernah ada. Karena itu, pihaknya akan mendaftarkan lomba kaligrafi ini untuk mendapatkan rekor MURI.

Awalnya, panitia hanya menargetkan 330 peserta, tapi ternyata membludak menjadi 350 peserta. “Dengan jumlah 330 saja sebenarnya sudah memecahkan rekor sebelumnya. Tapi ternyata jumlah peserta lebih dari target,” kata Rendy pada suarasurabaya.net, Minggu (12/6/2011).

Rencananya, pekan ini panitia akan mendaftarkan pemecahan rekor tersebut ke MURI. Jika memang pihak MURI memberikan penghargaan, hasilnya akan diumumkan pada 28 Juni 2011 mendatang di Masjid Al Akbar. Selain lomba kaligrafi, panitia juga menggelar lomba menggambar untuk umum. Lomba ini merupakan rangkaian kegiatan yang digelar Hima Jurusan Ekonomi Islam FEB Unair untuk memperingati Isra’ Mi’raj.


Surabaya, NU Online

Demi mengenalkan Al-Qur'an dan makna yang terkandung di dalamnya, Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam (Himakis) Unair

bersama pengurus Masjid Al-Akbar, menggelar lomba kaligrafi peserta terbanyak. Jumlah total peserta sebanyak 355 ternyata juga mampu memecahkan rekor Musium Rekor Indonesia (MURI) baru.
Tak hanya menggelar lomba kaligrafi saja, panitia juga menggelar lomba mewarnai kaligrafi bagi siswa SD. Namun sayangnya sertifikat MURI yang berhasil dipecahkan tak langsung diterima dari Dirut MURI, melainkan melalui notaris.

"Rekor sebelumnya diikuti 279 peserta, tetapi kami mampu melebihinya meskipun tak terpaut banyak. Tetapi lomba kali ini cukup berbeda dengan lomba kaligrafi umumnya yang membebaskan temanya, namun kali ini peserta hanya boleh menulis surat Al-Baqarah ayat 278-279 yang berisi larangan berbuat riba," tutur Chintia Ami, Wakil Ketua Himakis, Ahad (12/6).
Alasan pemilihan ayat tentang riba sendiri diharapkan mampu mengingatkan peserta maupun pengunjung yang datang agar selalu mewaspadai bahaya riba. Baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam berbisnis. Kegiatan ini juga menjadi kampanye anti riba secara terbuka yang digelar Mahasiswa Unair.
"Saat ini sudah banyak lembaga yang berbasis syariah, seperti bank syariah bahkan reksadana saja sudah ada yang syariah. Sehingga tak ada alasan lagi bagi masyarakat untuk tak menghindari praktek riba dalam keseharian mereka," jelasnya.

Para pejabat MURI memiliki jadwal yang padat, sehingga notarislah yang datang dan melihat jalannya lomba kaligrafi selama 2,5 jam ini.
"Tetapi secara legalitas semua sah," tandasnya.

Unair Pecahkan Rekor MURI Kaligrafi Peserta Terbanyak


Surabaya (beritajatim.com) - Demi mengenalkan Al-Quran dan makna yang terkandung di dalamnya, Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam (Himakis) Unair bersama pengurus Masjid Al-Akbar, menggelar lomba kaligrafi peserta terbanyak. Jumlah total peserta sebanyak 355 ternyata juga mampu memecahkan rekor Musium Rekor Indonesia MURI baru.

"Rekor sebelumnya diikuti 279 peserta, tetapi kami mampu melebihinya meskipun tak terpaut banyak. Tetapi lomba kali ini cukup berbeda dengan lomba kaligrafi umumnya yang membebaskan temanya, namun kali ini peserta hanya boleh menulis surat Al-Baqarah ayat 278-279 yang berisi larangan berbuat riba," beber Chintia Ami, Wakil Ketua Himakis, Minggu (12/6/2011).

Alasan pemilihan ayat tentang riba sendiri diharapkan mampu mengingatkan peserta maupun pengunjung yang datang agar selalu mewaspadai bahaya riba. Baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam berbisnis. Kegiatan ini juga menjadi kampanye anti riba secara terbuka yang digelar Mahasiswa Unair.

"Saat ini sudah banyak lembaga yang berbasis syariah, seperti bank syariah bahkan reksadana saja sudah ada yang syariah. Sehingga tak ada alasan lagi bagi masyarakat untuk tak menghindari praktek riba dalam keseharian mereka," jelasnya.

Tak hanya menggelar lomba kaligrafi saja, panitia juga menggelar lomba mewarnai kaligrafi bagi siswa SD. Namun sayangnya sertifikat MURI yang berhasil dipecahkan tak langsung diterima dari Dirut MURI, melainkan melalui notaris.

"Para pejabat MURI memiliki jadwal yang padat, sehingga notarislah yang datang dan melihat jalannya lomba kaligrafi selama 2,5 jam ini. Tetapi secara legalitas semua sah," tandasnya.

0 komentar:

Posting Komentar