Seorang
pengangguran melamar pekerjaan sebagai “office boy”di istana Negara
(kantor SBY), Jakarta . Andi Mallarangeng mewawancarai dia dan melihat
dia membersihkan lantai sebagai tesnya. “Kamu diterima,” katanya, “Berikan alamat e- mailmu dan saya akan mengirim formulir untuk diisi dan pemberitahuan kapan kamu mulai bekerja.”.Laki- laki itu menjawab,“Tapi saya tidak punya komputer, apalagi e-mail”. “Maaf,” kata Mallarangeng. “Kalau kamu tidak punya e-mail, berarti kamu tidak hidup. Dan siapa yang tidak hidup, tidak bisa diterima bekerja.”
Tampilkan postingan dengan label kisah teladan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah teladan. Tampilkan semua postingan
Pengangguran Tanpa E-mail
Rabu, 11 Juli 2012
Diposting oleh
Hima Ekonomi Islam FEB UA
di
22.29
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Doa anak kecil pedagang tissu
Siang di bulan February 2008, tanpa sengaja, saya bertemu dua manusia super. Mereka mahluk mahluk kecil, kurus, kumal berbasuh keringat. Tepatnya diatas jembatan penyeberangan setia budi - Jakarta , dua sosok kecil berumur kira kira delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastic hitam. Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue diujung jembatan, dengan keangkuhan khas
penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar-lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan “Terima kasih Oom !”. Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk kearah mereka.
penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar-lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan “Terima kasih Oom !”. Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk kearah mereka.
Diposting oleh
Hima Ekonomi Islam FEB UA
di
22.17
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Kisah Teladan, Pendengki tidak akan Sukses
Rabu, 16 Mei 2012
Janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling mendengki, janganlah kalian saling membelakangi
“Janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling
mendengki, janganlah kalian saling membelakangi (saling berpaling), dan
janganlah kalian saling memutuskan. Jadilah kalian hamba-hamba Allah
yang bersaudara.” (H.R. Muttafaq ‘alaih)
Hadis ini diriwayatkan Imam al-Bukhari dalam “Al Adab” dan Muslim
dalam “Al Birr”. Lebih khusus tentang larangan dengki disebutkan oleh
Rasulullah saw. dalam hadis lain:
“Hindarilah dengki karena dengki itu memakan (menghancurkan) kebaikan
sebagaimana api memakan (menghancurkan) kayu bakar.” (H.R Abu Dawud).
Dengki didefiniskan oleh para ulama sebagai:
“Mengangankan hilangnya kenikamatan dari pemiliknya, baik kenikmatan (yang berhubungan dengan) agama maupun dunia.”
Diposting oleh
Hima Ekonomi Islam FEB UA
di
21.30
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Langganan:
Postingan (Atom)
